kegagalan sejumlah tim yang memiliki
sebuah kesamaan warna kostum. Apakah
"kutukan" biru berlaku pada dua dari empat tim semifinalis?
Prancis adalah tim "terkutuk"
pertama
dan terburuk di Piala Dunia 2010. Les
Bleus remuk redam di Afrika Selatan.
Tersingkir di fase grup, timnya pun
hancur reputasinya karena insiden
disharmonis di dressing room.
Yang tak kalah memilukan dari Prancis
adalah Italia. Juara dunia tiga kali
itu, dan berstatus juara bertahan, kalah
bersaing dengan Paraguay dan Slovakia di
Grup F. Gli Azzurri pulang dengan kepala
tertunduk dalam-dalam.
Tim biru lain yang gagal lebih cepat
adalah Yunani. Tergabung di Grup B,
juara Eropa 1994 itu hanya menempati
urutan ketiga di klasemen. Hal baik dari
mereka adalah pada akhirnya mencetak
gol, mendapat poin, dan meraih
kemenangan dalam dua kali partisipasinya
di Piala Dunia.
Nah, dua tim biru berikutnya berhasil
lolos ke babak 16 besar, tapi pada
akhirnya kandas juga. Jepang, si
"Samurai Biru" dari Asia, bahkan
tergolong sukses karena untuk pertama
kalinya meluncur ke babak perdelapan
besar setelah pertama kali melakukannya
saat menghajat turnamen di tahun 2002.
Namun, mereka tak kuasa membendung
Paraguay, dan kalah dengan proses yang
cukup menyakitkan: adu penalti.
Yang "tak beruntung" dengan kostum biru
adalah Brasil. Juara lima kali ini harus
memakai jersey biru-putih ketika
menghadapi Belanda di babak
perempatfinal. Mereka tak bisa berkostum
utamanya kuning-biru, karena warnanya
dekat dengan oranye-nya Belanda, yang
kala itu terjadwal sebagai "tuan rumah".
Dan dunia sudah melihat apa jadinya
mereka saat berbiru-ria untuk pertama
kalinya di Afsel itu. Mencetak gol lebih
dulu, pasukan Carlos Dunga tersusul oleh
gol bunuh diri Felipe Melo, dan Melo
lalu dikartu merah, dan Belanda
menyingkirkan mereka lewat gol Wesley
Sneijder.
Nah, di antara empat tim yang sudah
lolos ke semifinal, ada dua yang
memiliki kostum berunsur biru. Uruguay
yang berjulukan La Celeste akan bertemu
Belanda, yang warna seragamnya adalah
oranye dan putih. Hampir dipastikan
Diego Forlan cs akan ber-"biru langit"
saat meladeni Mark van Bommel dkk.
Spanyol, walaupun julukannya adalah La
Furia Roja alias si "Merah Membara",
tadi malam juga mengenakan kostum serba
biru tua saat menghadapi Paraguay --
tapi menang 1-0. Tapi saat menghadapi
Jerman hari Rabu nati, mereka akan
kembali berkostum utamanya karena takkan
bentrok dengan putih-hitam-nya Der Panzer.
Maka, apakah kutukan, eh, anekdot
tersebut masih akan berlaku? Pada siapa?
Ataukah pada akhirnya itu memang sekadar
sesuatu yang diada-adakan saja?
Inilah sepakbola. Apapun yang bisa
dihubung-hubungkan, biasanya akan
dibegitukan.
Sumber : beritabola.com
dan terburuk di Piala Dunia 2010. Les
Bleus remuk redam di Afrika Selatan.
Tersingkir di fase grup, timnya pun
hancur reputasinya karena insiden
disharmonis di dressing room.
Yang tak kalah memilukan dari Prancis
adalah Italia. Juara dunia tiga kali
itu, dan berstatus juara bertahan, kalah
bersaing dengan Paraguay dan Slovakia di
Grup F. Gli Azzurri pulang dengan kepala
tertunduk dalam-dalam.
Tim biru lain yang gagal lebih cepat
adalah Yunani. Tergabung di Grup B,
juara Eropa 1994 itu hanya menempati
urutan ketiga di klasemen. Hal baik dari
mereka adalah pada akhirnya mencetak
gol, mendapat poin, dan meraih
kemenangan dalam dua kali partisipasinya
di Piala Dunia.
Nah, dua tim biru berikutnya berhasil
lolos ke babak 16 besar, tapi pada
akhirnya kandas juga. Jepang, si
"Samurai Biru" dari Asia, bahkan
tergolong sukses karena untuk pertama
kalinya meluncur ke babak perdelapan
besar setelah pertama kali melakukannya
saat menghajat turnamen di tahun 2002.
Namun, mereka tak kuasa membendung
Paraguay, dan kalah dengan proses yang
cukup menyakitkan: adu penalti.
Yang "tak beruntung" dengan kostum biru
adalah Brasil. Juara lima kali ini harus
memakai jersey biru-putih ketika
menghadapi Belanda di babak
perempatfinal. Mereka tak bisa berkostum
utamanya kuning-biru, karena warnanya
dekat dengan oranye-nya Belanda, yang
kala itu terjadwal sebagai "tuan rumah".
Dan dunia sudah melihat apa jadinya
mereka saat berbiru-ria untuk pertama
kalinya di Afsel itu. Mencetak gol lebih
dulu, pasukan Carlos Dunga tersusul oleh
gol bunuh diri Felipe Melo, dan Melo
lalu dikartu merah, dan Belanda
menyingkirkan mereka lewat gol Wesley
Sneijder.
Nah, di antara empat tim yang sudah
lolos ke semifinal, ada dua yang
memiliki kostum berunsur biru. Uruguay
yang berjulukan La Celeste akan bertemu
Belanda, yang warna seragamnya adalah
oranye dan putih. Hampir dipastikan
Diego Forlan cs akan ber-"biru langit"
saat meladeni Mark van Bommel dkk.
Spanyol, walaupun julukannya adalah La
Furia Roja alias si "Merah Membara",
tadi malam juga mengenakan kostum serba
biru tua saat menghadapi Paraguay --
tapi menang 1-0. Tapi saat menghadapi
Jerman hari Rabu nati, mereka akan
kembali berkostum utamanya karena takkan
bentrok dengan putih-hitam-nya Der Panzer.
Maka, apakah kutukan, eh, anekdot
tersebut masih akan berlaku? Pada siapa?
Ataukah pada akhirnya itu memang sekadar
sesuatu yang diada-adakan saja?
Inilah sepakbola. Apapun yang bisa
dihubung-hubungkan, biasanya akan
dibegitukan.
Sumber : beritabola.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar