Banyak pertanyaan yang beredar di mana-mana soal sepak bola nasional, khususnya tentang perkembangan dan situasi yang saat ini sangat buruk menimpa prestasi PSSI. Dan, otomatis pasti banyak yang pro dan kontra, jika ada perubahan maupun revolusi. Ada yang sangat setuju, agar Nurdin Halid segera lengser. Namun, ada juga yang langsung membuat benteng, agar Nurdin Halid tetap bercocok di cabang yang paling populer di muka bumi ini.
Dari jejaring sosial seperti facebook dan twitter, mayoritas begitu banyak yang berharap dan mendukung ada pergantian Nurdin Halid. Dan, yang paling banyak dukungan, justru grup yang mendukung Hendri Mulyadi. Sosok yang satu ini, sangat menyulut keprihatinan, sekaligus kekecewaan yang paling dalam, yang diwakili Hendri Muladi, saat 6 Januari 2010 lalu, ujug-ujug masuk lapangan, merebut bola, menggiring bola ke gawang Oman, dan kemudian ditangkap, saat partai pra Piala Asia, Indonesia vs Oman, di Stadion Bung Karno Senayan. Terus, Hendri Mulyadi teriak bahwa dirinya sangat kecewa dengan prestasi tim nasional dan kecewa terhadap cara-cara PSSI membangun sepak bola nasional. Dan, teriakan tersebut tersiar di banyak tivi swasta Indonesia.
Jika memasuki semua grup facebook tersebut, sepertinya banyak sekali kekecewaan terhadap kepemimpinan Nurdin Halid, selama tujuh tahun memimpin cabang terpopuler tersebut. Dan, juga banyak sekali yang mendata dosa-dosa Nurdin Halid. Untuk tidak merembet ke soal-soal Nurdin Halid di luar PSSI, saya mencoba mendata hanya sebatas semua kegiatan maupun keputusan-keputusan yang dilakukan Nurdin Halid, di lingkungan PSSI.
Saya, juga tidak berminat mengupas kegiatan Nurdin di luar sepak bola. Selain, saya tidak banyak mengetahui, dan seandainya saya menngetahui, juga tidak etis kalau membuka tabir Nurdin di luar sepak bola. Masalah tersebut, bukan domain para komunitas sepak bola seperti saya. Lebih asyik mengupas semua yang pernah dilakukan Nurdin hanya di lingkungan PSSI.
Berikut yang tercatat :
1. Menggunakan politik uang saat bersaing menjadi Ketua Umum PSSI pada November 2003 dengan Soemaryoto dan Jacob Nuwawea.
2. Mengubah format kompetisi dari satu wilayah menjadi dua wilayah dengan memberikan promosi gratis kepada 10 tim yakni Persegi Gianyar, Persiba Balikpapan, Persmin Minahasa, Persekabpas Pasuruan, Persema, Persijap dan Petrokimia Putra, PSPS, Pelita Jaya, dan Deltras.
3. Terindikasi terjadinya jual beli trofi sejak musim 2003 lantaran juara yang tampil punya kepentingan politik karena ketua atau manajer klub yang bersangkutan akan bertarung di Pilkada. Persik (2003), Persebaya (2004), Persipura (2006), Persik (2006), Sriwijaya FC (2007), Persipura (2008/2009).
4. Jebloknya prestasi timnas. Tiga kali gagal ke semifinal SEA Games yakni ntahun 2003, 2007, dan 2009. Tahun 2005 lolos ke semifinal, tapi PSSI ketika itu dipimpin Pjs Agusman Effendi (karena Nurdin Halid di balik jeruji penjara).
5. Membohongi FIFA dengan menggelar Munaslub di Makassar pada tahun 2008 untuk memperpanjang masa jabatannya.
6. Tak jelasnya laporan keuangan terutama dana Goal Project dari FIFA yang diberikan setiap tahunnya.
7. Banyak terjadi suap dan makelar pertandingan. Bahkan, banyak yang melibatkan petinggi PSSI seperti Kaharudinsyah dan Togar Manahan Nero.
8. Tak punya kekuatan untuk melobi Polisi sehingga sejumlah pertandingan sering tidak mendapatkan izin atau digelar tanpa penonton.
9. Satu-satunya Ketua Umm PSSI dalam sejarah yang memimpin organisasi dari balik jeruji besi.
10. Terlalu banyak intervensi terhadap keputusan-keputusan Komdis sebagai alat lobi untuk kepentingan pribadi dan menjaga posisinya sebagai Ketua Umum.
keywords : Nurdin Halid, PSSI, yang, dari, Ketua, Umum, ini, WIB, Indonesia, berita, juga, akan, bisa, kami, ketua, sepak bola, Berita, umum, NURDIN HALID, Rp, yang, Nurdin Halid, turun, PSSI, dari, Nurdin, ini, Turun, Ketua, WIB, ada, juga, Indonesia, sudah, Rabu, saya, sepak bola, Ada, video, Umum
Tidak ada komentar:
Posting Komentar