Paraguay Sempurna

Paraguay mengamankan tiket menuju babak 16 besar, usai bermain
imbang tanpa gol melawan Selandia Baru
di Stadion Peter Mokaba, Polokwane.
Tambahan satu poin pada laga pamungkas
penyisihan Grup F Piala Dunia 2010 ini, memastikan “La
Albirroja” menjadi juara grup, dan
akan menghadapi runner-up Grup E untuk
memperebutkan tiket ke perempat final.
Sedangkan bagi Selandia Baru, hasil ini
mengubur impiannya untuk membuat sejarah
yang lebih besar lagi di Piala Dunia.
Meskipun demikian, “All
Whites” sudah menunjukkan prestasi
yang patut diacungi jempol, karena
tidak
pernah kalah dalam tiga pertandingan
penyisihan grup.

Bahkan, “Kiwi” membuat
prestasi yang mungkin takkan pernah
terlupakan dalam sejarah sepak bolanya,
ketika menahan imbang Italia 1-1 di
pertandingan kedua. Waktu itu Selandia
Baru lebih dulu unggul, sebelum penalti
Vincenzo Iaquinta menyamakan kedudukan.
Paraguay akan ditemani Slovakia, yang
membuat kejutan. Pada laga terakhir ini,
Slovakia menaklukkan Italia 3-2,
sekaligus menyingkirkan
“Azzurri”, yang berstatus
juara bertahan. Slovakia menjadi
runner-up, dan di perdelapan final akan
bertemu dengan juara Grup E.

Tempo permainan berlangsung sedang saat
peluit kick-off berbunyi. Selandia Baru,
yang dituntut meraih kemenangean pada
laga terakhir ini, tampak lebih ngotot
untuk mencuri gol di menit-menit awal,
seperti yang mereka lakukan ke gawang
Italia. Akan tetapi, Paraguay, yang
hanya membutuhkan minimal hasil imbang
untuk meraih tiket babak 16 besar, mampu
mengantisipasi serangan “All
Whites”.
Bahkan pada menit ke-18, Paraguay sempat

menghadirkan ancaman ke gawang Selandia

Baru. Denis Caniza, yang menerima umpan
tarik dari rekannya yang berada di depan
kotak penalti, melepaskan tendangan
keras. Sayang, eksekusinya tidak tepat
sasaran, karena bola melenceng di sisi
kiri gawang “Kiwi” yang
dikawal Mark Paston.

Selepas peluang ini, Paraguay mulai
mengendalikan jalannya pertandingan.
“La Albirroja” melakukan
ball possession, sambil mencari celah
untuk menembus tembok pertahanan
Selandia Baru. Tetapi, minimnya kreasi
di samping disiplinnya barisan belakang
Selandia Baru, membuat Paraguay tak bisa
mencetak gol. Skor kacamata bertahan
hingga jeda.

Memasuki babak kedua, tempo permainan

tidak berubah. Tetapi di awal laga ini,
Selandia Baru membikin kejutan ketika
Ivan Vicelich, yang menyisir sayap kiri,
berhasil melewati satu pemain belakang
Paraguay, dan memberikan umpan silang ke
dalam kotak penalti. Sayang, tendangan
keras Simon Elliott menyambut umpan
datar itu tak masih terlalu tinggi di
atas mistar gawang.

Setelah itu, Paraguay yang mendominasi
lagi. Hanya membutuhkan minimal hasil
seri untuk maju ke fase knock-out,
membuat tim “Putih dan
merah” ini tak terlalu ngotot,
seperti yang mereka tunjukkan ketika
menahan Italia 1-1 pada laga perdana
penyisihan grup, dan menang 2-0 atas
Slovakia. Tak heran jika para pemain
Paraguay lebih banyak memainkan bola di
sektor tengah, sambil mewaspadai
serangan balik lawan.

Pada menit ke-62, Paraguay melahirkan
peluang terbaik sepanjang pertandingan.
Sebuah set piece dari tendangan pojok,
sempat membuat pertahanan Selandia Baru
kocar-kacir. Menerima umpan datar
tendangan pojok, Denis Caniza langsung
meneruskannya ke mulut gawang dan
disambut oleh sundulan Cristian Riveros.
Kiper Paston sangat sigap, karena
berhasil membendung bola. Enrique Vera
mencoba untuk me-rebound si kulit
bundar, tetapi tendangannya melenceng di
sisi kiri gawang.

Kendali permainan sepenuhnya berada di
Paraguay. “La Albirroja”
kembali menghadirkan ancaman pada menit
ke-81 lewat tendangan bebas Roque Santa
Cruz. Tetapi, lagi-lagi Paston tampil
sangat impresif di bawah mistar gawang New Zealand, karena berhasil menahan tendangan Manchester City tersebut. Hingga pertandingan usai, skor tetap 0-0.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar